Beberapa dari kalian pasti pernah berpikir “Hm… gimana rasanya ya punya Windows dengan settingan dan app pribadi kita bisa di pake dimana aja tanpa harus install aplikasinya lagi 2x. Jadikan enak, gak perlu bawa laptop lagi. Tinggal pinjem punya kawan :’v” Untuk Linux, kita bisa dengan gampangnya ngelakuin ini. Yang kita perlukan cuma sebuah Flash Disk/Hard Disk/SSD Eksternal dan sebuah CD/DVD/Flash Disk instalasinya. Tapi untuk Windows bagaimana? Untuk itulah Microsoft mengeluarkan Windows To Go. Windows To Go aslinya hanya untuk kalangan Enterprise agar mereka bisa untuk troubleshooting komputer client atau “ngantor” dimana saja dengan setting dan app pribadi di daerah kerja. Windows To Go tersedia dari Windows 8 Enterprise sampai Windows 10 Enterprise dan Windows 10 Education. Sebelum kita ke tutorial, mari kita buat FAQ dulu yang mungkin banyak dari kalian masih bingung.

Q : Apa itu Windows To Go?
A : Windows To Go adalah sebuah fitur yang ada di Windows 8 sampai Windows 10 Enterprise dan Windows 10 Education untuk membuat Windows bisa berjalan di perangkat USB Storage tertentu di dalam lingkungan kerja
Q : Jadi intinya Windows To Go ini Windows Portable?
A : Yap, benar sekali.
Q: Dan cuma ada di Enterprise dan Education? Tapi screenshot yang ada di grup itu make Windows 10 Pro?
A : Seharusnya iya. Yang di screenshoot itu menggunakan sebuah trik agar Windows Non-Enterprise bisa nikmatin Windows To Go
Q : Wih mantep nih, untuk masalah spek gimana?
A : Asal PC yang mau dijalanin support Windows 7, Maka PC/Laptop tersebut bisa jalanin Windows To Go.
Q : Support UEFI?
A : Ya. Tapi hanya untuk Windows 10 saja.
Q : Rasanya gimana make Windows To Go?
A : Untuk yang Windows 10, Rasanya sama kayak kita make Windows biasa. Install program, main game, install driver, update Windows, nonton JAV (Japan Animal Video) pun lancar :’v
Q : Untuk fitur gimana?
A : Semua ada. Beberapa fitur yang tidak ada seperi Trusted Platform Module, Hibernasi dimatikan, Fast Startup dimatikan, Melakukan Recovery lewat Windows dimatikan, tidak bisa reset. Untuk yang Windows 8/8.1 ada tambahan tidak bisa akses Windows Store secara default.
Q : Make Drive USB 2.0 gimana?
A : Silahkan saja, siap-siap lag-nya :’v
Q : Bisa make Flash Disk kan?
A : Bisa. Asal harus cepat.
Q : Kalo Drivenya dah support sampe 3.0, tapi slotnya USB 2.0 gimana?
A : Efeknya sama aja kayak make Drive USB 2.0. Kalo untuk H.D.D Eksternal dan Flash Disk yang cepet, efeknya mungkin cuma terasa dikit.
Q : Beneran pengalamannya kayak make Windows biasa?
A : 100% dijamin. Untuk kelancarannya, tergantung kecepatan H.D.D Eksternal dan Flash Disk mu.
Q : Flash Disk ane wush wush nih bisa sampe 150 MB/s. Kok tetap ada lag-lag gimana gitu?
A : Karena performa 4K-rendah. System lebih sering nulis file dibawah 4 KB dalam jumlah besar. Biasanya untuk Flash Disk dan H.D.D, kecepatannya jadi sangat rendah jika nulis file kecil.
Q :  Driver gimana? Asal colok ke install gitu?
A : Eits.. jangan samakan sama kayak Distro Linux yang udah nyedian Driver di System-nya, kita masih harus tetap nginstall Driver. Disarankan untuk membawa driver solution seperti DriverPack, Driver Booster, dll.
Q : Arstitektur gimana?
A : Tinggal pilih aja mau make 32-Bit atau 64-Bit.
Q : Untuk ukuran Flash Disk gan? 16 GB cukup?
A : Cukup sih, tapi tinggal ke sisa 2 GB :’v mau install apa? pasang driver aja langsung ludes.
Q : 8 GB cukup?
A : Jangan ngarep :’v Systemnya sendiri 11 GB-an
Q : Kalo 8 GB 2 biji digabungin gimana?
A : Kalo Environment Variables dan pathnya bisa diubah pas instalasi seprti Linux, mungkin bisa. Tapi Windows gak bisa :’v jadi gak bisa :’v
Q : Mirip sama Live USB?
A : Iya. Tapi tenang aja, data bakal kesimpan kok.
Q : Kok dikit amat FAQnya?
A : Bingung apa yang mau ditulis lagi :’v silahkan memulai diskusi di Grup kalo kebingungan.

Syarat yang dibutuhkan :

1. Flash Disk/H.D.D Eksternal USB 3.0 minimal 16 GB. Disarankan 32 GB. Untuk H.D.D Eksternal disarankan 2 Partisi. Dan disarankan juga dengan Flash Disk/H.D.D Eksternal write diatas 20 MB/s dan read diatas 80 MB/s.
2. File ISO Windows 10/8/8.1. Terserah arsitektur dan buildnya apa. Disarankan versi Pro atau Enterprise.
3. Kesabaran.

Software yang dibutuhkan :

GImageX 2.1.1 : Download disini
MiniTool Partition Wizard Free : Download langsung via Website Official

Langsung saja ke tutorialnya :

1. Buka dulu MiniTool Partition Wizard-nya :

2. Klik kanan partisi yang ingin dijadikan direktori instalasi Windows To Go, dan pilih “Set Active”

3. Lalu tekan “Apply”

4. Pilih saja “Yes”

5. Tunggu hingga selesai

6. Lalu pastikan format partisinya NTFS. Bila belum, silahkan di format telebih dahulu.

7. Buka GImageX sesuai arsitektur kalian dan mount file ISO yang ingin dipakai.

8. Tekan “Apply”

9. Lalu tekan “Browse” pada bagian source dan pilih install.wim di ISO Kalian/sources

10. Di bagian Destination, pilih drive yang sudah kita siapkan tadi.

11. Lalu tekan “Apply”

12. Dan tunggu hingga selesai. Ini butuh waktu yang lama. Terutama untuk Drive dan slot USB 2.0.

13. Klik kanan tombol Start dan pilih Windows Powershell (Admin)/Command Prompt (Admin)

14. Tuliskan ini: (Z: = Letter Drive Flash Disk/H.D.D Eksternal kalian)

  • cd Z: (untuk powershell)
  • Z: (untuk command prompt)
  • cd WindowsSystem32
  • bcdboot.exe Z:Windows /s Z: /f  ALL

Dah kelar… Yang tinggal dilakukan restart PC kalian, set boot ke Flash Disk/H.D.D Eksternal yang berisi Windows To Go, dan lakukan instalasi seperti Windows Biasa.

Beberapa tampilan Windows To Go penulis :

Tips dari penulis harus sediakan driver solution, install berbagai macam driver, program, beserta aksesorisnya, jadi terasa benar-benar portable dan tinggal colok, main deh. Penulis sendiri pun lagi mencoba install driver di laptop Intel  Core series dari generasi pertama hingga generasi ke tujuh dengan cara minjem laptop kawan :’v  lalu kontrol start-up, dan jangan terlalu banyak modifikasi, matikan service tak berguna, dan auto update dimatikan. Juga matikan Page File.

Sekian dari penulis :’v