Beberapa orang biasanya tidak cukup dengan RAM bawaan yang terdapat di laptonya. Biasanya orang akan menambahnya dengan kapasitas yang sama dari RAM bawaannya atau mengganti semuanya agar RAM bisa lebih besar lagi. Tapi, bagaimana jika membeli RAM yang berbeda ukurannya dari RAM bawaannya? dan clocknya pun berbeda. Ini biasa terjadi bila membeli laptop dengan bawaan RAM 4 GB lalu di tambah 2 GB karena alasan finansial dan memasangnya di laptop generasi lama. Kali ini penulis akan memberikan benchmark agar pembaca dapat melihat dampaknya. Dan benchmark ini juga memakai laptop yang cukup berumur. Yaitu Lenovo G470 dengan prosesor Intel Core generasi ke-2, Sandy Bridge, Di karenakan generasi ke-2 hanya mendukung sampai DDR3-1333, benchmark ini tidak mengeluarkan semua kemampuan RAM. Terutama di RAM DDR3-1600. Walaupun begitu, dampak yang diberikan termasuk besar juga.
Penulis juga memakai RAM, merk, clock yang berbeda, dan RAM yang cukup banyak digunakan di masyarakat kelas bawah sampai menengah kebawah.

Langsung saja kita mulai benchmark-nya.

Konfigurasi test benchmark :

Tools yang digunakan =

1. AIDA64 Business 5.80.4000
2. CPU-Z 1.78.1
3. ChrisPC Win Experience Index 4.7

RAM yang digunakan =

1. Samsung 4 GB DDR3-1600 M471B5273DH0-CK0

 

2.Kingston 2 GB DDR3-1600 ACR256X64D3S16C11G

3. Samsung 2 GB DDR3-1333

Spesifakasi Laptop =

Lenovo G470-20078
Intel Core i5-2450M
Windows 10 Anniversary Update 14393.0
Intel HD 3000
Intel HM65 Chipset

Konfigurasi Test RAM

Dual-Channel 4 GB Samsung DDR3-1600 X 2 GB Kingston DDR3-1600
Dual-Channel 4 GB Samsung DDR3-1600 X 2 GB Samsung DD3-1333
Dual-Channel 2 GB Samsung DD3-1333 X 2 GB Kingston DDR3-1600
Single-Channel 4 GB Samsung DDR3-1600
Single-Channel 2 GB Kingston DDR3-1600
Single-Channel 2 GB Samsung DD3-1333

Untuk kalian yang mempunyai prosesor Intel, ada satu fitur bernama Intel Flex Memory Access. Yaitu fitur dari Intel yang membuat dua keping RAM menjadi Dual-Channel tidak peduli berapa ukurannya, merk, serta clocknya. Kalian bisa melihatnya disini dan cari tipe prosesor kalian. Disini juga kita akan membuktikan itu.

Hasil AIDA64 Business : Read Test

 Hasil AIDA64 Business : Write Test

Hasil AIDA64 Business : Copy Test

 Hasil AIDA64 Business : Latency Test

Hasil ChrisPC Win Experience Index : Memory Performance Index Subscore

Hasil ChrisPC Win Experience Index : Memory Performance Speed

Kesimpulan :

Disini kerja Intel Flex Memory  Access cukup membuat penulis bingung. Ketika penulis melakukan benchmark dengan 4 GB Samsung dan 2 GB Samsung, performa yang didapatkan cukup kecil. Dalam beberapa kasus, malah lebih buruk dibandingkan single-channel 4 GB. Ketika penulis menggabungkan 4 GB Samsung dan 2 GB Kingston, performa yang diberikan luar biasa. Jadi penulis sempat  berpendapat bahwa Intel Flex Memory Access hanya bekerja dengan clock yang sama. Tapi, ketika 2 GB kingston dan 2 GB samsung digabungkan, performa yang diberikan hampir sama dengan 4 GB Samsung dan 2 GB Kingston. Bahkan dibagian latency mendapatkan skor paling rendah. Mungkin saja Intel Flex Memory Access sudah jauh lebih baik di generasi terbaru.

Adakah dampaknya? :

Ya, walaupun 4 GB Samsung dan 2 GB Samsung terkadang lebih lambat dari single-channel 4 GB, tetapi terdapat beberapa peningkatan. Salah satunya adalah waktu proses aplikasi besar yang semakin pendek. Walaupun latency yang cukup besar, tapi tidak akan kerasa pada tugas sehari-hari seperti browsing, editing sederhana, dll.  Penulis menyarankan untuk membeli RAM dengan clock yang sama walaupun kapasitas tidak sama. Karena performanya meningkat tajam.

Kenapa tidak menyertakan waktu booting dan waktu membuka aplikasi seperti kebanyakan benchmark? :

Karena waktu booting tergantung dengan kondisi H.D.D, start-up, aplikasi latar belakang, dan semacamnya. begitu juga dengan waktu membuka aplikasi, Jadi penulis merasa tidak terlalu bagus untuk menyertakannya

Sebenarnya penulis mau mencoba dengan memori 4 GB DDR-1333, tapi penulis tidak punya kenalan yang punya RAM jenis ini :’v

Sekian dari penulis 🙂